Sejarah Forsmawi Surabaya

Tahun 2005 menjadi tahun bersejarah untuk Forsmawi Surabaya. Bertempat di Gazebo Psikologi Unair, Forsmawi Surabaya berhasil dibentuk untuk pertama kalinya lewat momentum Buka Bersama 1426 H. Sekitar 30 mahasiswa datang di acara ini, mulai dari ITS, Unesa, Unair, Poltekkes Surabaya, dan lain-lain.

Sebelumnya, sebenarnya diketahui pernah ada forum mahasiswa Ngawi di Surabaya dengan nama Ipmawi (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Ngawi). Namun, sampai tahun 2005 itu Ipmawi telah kehilangan sejarahnya. Tidak diketahui lebih banyak lagi tentang Ipmawi karena sudah tidak ditemui lagi tokoh-tokoh Ipmawi serta kiprah-kiprahya.

Pada pertemuan tersebut, generasi pertama Forsmawi Surabaya ini ingin mencetuskan sebuah organisasi mahasiswa berbasis kedaerahan. Tujuannya sederhana, yakni sebagai wadah untuk mahasiswa Ngawi bersilaturahmi di Surabaya, selain juga untuk wadah berkontribusi untuk Ngawi. Wadah ini juga diinginkan menjadi sebuah wadah yang dapat membantu adik-adik SMA yang akan kuliah di Surabaya.

Melalui sharing dan diskusi bersama, maka diputuskanlah nama Forsmawi Surabaya sebagai wadah mahasiswa Ngawi di Surabaya. Adapun Forsmawi Surabaya adalah kependekan dari Forum Silaturahmi Mahasiswa Ngawi di Surabaya. Pemilihan nama Forsmawi ini bukan tanpa alasan. Di daerah lain seperti Jakarta, Solo, Yogyakarta, dan Malang juga memakai nama yang sama. Namun, tak ada catatan sejarah yang menyebutkan di mana pertama kali nama Forsmawi ini di cetuskan.

Di daerah lain, ada juga yang memakai nama Forsmmawi sebagai forum resmi di daerahnya. “Forsmawi double M” ini lebih diperuntukkan untuk mahasiswa muslim Ngawi. Forsmmawi ini sendiri mempunyai kepanjangan Forum Silaturahmi Mahasiswa Muslim Ngawi. Namun, untuk di Surabaya sendiri disepakati bahwa wadah Forsmawi Surabaya tidak eksklusif dimiliki mahasiswa saja. Siapapun yang beririsan dengan Ngawi diperbolehkan untuk ikut serta.

Pada pertemuan tersebut, disepakatilah Mas Arif Saifuddin (Planologi ITS) menjadi ketua Forsmawi Surabaya pertama. Koordinator-koordinator kampus juga dibentuk. Program kerja juga disusun. Jadilah Mas Denden ITS, Mas Dhian Satria Uniar, Mas Ervan IAIN Sunan Ampel (sekarang UIN Sunan Ampel), Mbak Lela Unesa, Mbak Novi Poltekkes, Mbak Hapsari, Mas Budiarna Unair, dan senior-senior waktu itu menjadi generasi awal Forsmawi Surabaya.

*) Diolah dari catatan Mas Arif Saifuddin

Source: http://anasforstories.blogspot.com/2014/08/dari-generasi-pertama-forsmawi-surabaya.html

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *